Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Januari 2016

Weekend Seru! Berarung Jeram di Sungai Progo Atas Bersama "Progo Rafting" Magelang

Ngomongin Olahraga Air itu identik dengan renang, iya kan! Rosul saja punya hobi berenang juga. Namun pada kesempatan kali ini aku mau berbagi pengalaman bukan soal renang, tapi salah satu olahraga air yang bisa kamu jadikan sebagai sebuat hiburan ataupun wisata. Cocok buat kamu yang hobi traveling atau yang lagi nyari kegiatan saat weekend bersama keluarga. Olahraga itu namanya Arung Jeram, sebuah kegiatan berkelompok mengarungi sungai, mengikuti arus dari satu titik ketitik ujung bermodalkan helm, pelampung, dayung dan kapal angin yang mampu membawa 6-8 orang dalam sekali perjalanan.



Mungkin bagi kamu yang belum pernah berarung jeram berfikir kegiatan ini mengerikan, berbahaya dan beresiko, apalagi buat yang tidak bisa berenang. Oleh karena itu menjadi suatu alasan kenapa orang tidak mempunyai daya tarik terhadap arung jeram ini. Pada dasarnya memang begitu adanya, setiap kegiatan pastilah ada resikonya, namun kamu setidaknya harus mengerti dulu bahwa olahrga arung jeram ini dilakukan di sungai yang memili keadaan arus air yang berbeda-beda, tentunya semakin deras arusnya, semakin tinggi tingkat resikonya.




Tolong deh, jangan langsung menjudge seperti itu sebelum kamu benar-benar tahu dan mencobanya. Kami kamaren berkesempatan melakukan olahrga arum jeram di salah satu sungai di Magelang, yaitu sungai Progo Atas, di sini kedaan arusnya sedikit lebih deras dibandingkan dengan sungai Elo yang letaknya juga masih di kabupaten Magelang. Informasi yang aku dapatkan bahwa sungai progo atas ini memiliki grade 3 sedangkan Sungai Elo memiliki grade dibawahnya yaitu grade 2. Sementara itu untuk sungai progo bawah memili grade 4-5. Dengan melihat grade tesebut jelas terlihat sungai progo atas memiliki arus yang cukup menantang  dari elo dan jauh lebih aman dibanding dengan sungai progo bawah. Rute yang dilalui mulai dari start pemberangkatan letaknya di kawasan paling bawah Hotel Puri Asri Magelang dan berakhir di Sungai Babrik, Desa Babrik, Kecamatan Tempuran Magelang. Panjang sungai sekitar 9 km, dan pada konsidi normal dilalui sebuah kapal arung jeram kurang lebih 2-3 jam. Medan yang dilalui bervariasi, antara air tenang dengan arus yang kuat serta jeram yang terjal pun cukup lumayan membuat kamu berteriak keras saat melewatinya.

Buat kamu yang nggak bisa berenang, nggak perlu takut lagi, karena kamu akan dibekali sebuah pelampung khusus dengan maksimal berat badan 150kg, kalau diatas itu mungkin pakai pelampung double ya. :D Terlepas bisa renang ataupun tidak, kamu tentunya dalam kedaan sehat yang fit, sehat dan berenergi, karena disepanjang perjalanan mendayung adalah kegiatan utamanya, nah ini nih letak olahraganya. :D Olaharaga yang cukup memacu adrenalin. Selain itu diperjalanan kamu bakalan melihat pemandangan dikiri, kanan, depan, belakang, atas, bawah yang tidak kalah menarik. Kamu akan menemukan beberapa kegiatan masyarakat sekitar di pinggiran sungai. seperti, memancing, berenang. Melihat airterjun dan pantai buatan. :D 



Di setiap Jeram-jeram memiliki nama-nama menarik yang berbeda satu sama lainnya. Dalam perjalanan sampai garis finish,  kamu juga akan berhenti 1 kali untuk istirahat disalah satu bagian sungai yang airnya tenang, cukup luas dan dalam skitar 150-300cm. Di tempat ini pula kamu bisa mengabadikan moment rafting dengan berfoto. Tidak perlu repot lagi kamu membawa hanphone atau kamera, karena dari tim progo rafting sudah menyediakan photografer khusus untuk memfoto kamu di sudut2 manarik dalam perjalanan. Nggak perlu khawatir lagi kamu kehilangan moment terbaikmu saat berarung jeram disana. Para photografer sudah standby di tempat-tempat yang mungkin kamu tidak tahu. Pendamping kapal akan memberitahukan jikalau akan bertemu dengan medan yang keren dan ada photografer yang standby disana. Nah, cocok neh buat action. Di sungai pemberhentian pertama ini kamu juga bisa berfoto saat melompat kedasar sungai sampai kebawa arus dan berenang menyelamatkan diri. Selain itu juga phtografer akan memfoto kamu dan tim satu kapal beradegan seakan-akan kapal yang ditunggangi terkena arus besar dan terbalik. wih keren banget dah.






Seusai istirahat di tengah perjalanan, dilanjutkan kembali perjalan menuju garis finish. Kebetulan kami berangkatnya pada pagi hari skitar pukul 8.30 dan sampai di garis finish skitar pukul 11.00, cukup lama juga untuk menempuh jarak 9km dengan berarung jeram ini yaitu skitar 2,5 jam. Sesampai di sungai terakhir di desa babrik kita diturunkan dan kembali disambut oleh photografer untuk diambil gambarnya saat meninggalkan sungai. selanjutnya kita berjalan menuju jalan raya yang letaknya tidak jauh dari sungai. Kita sudah dijemput oleh mobil kol umum untuk dibawa kembali ke awal start tadi. Namun sebelumnya kita mendapatkan jamuan berupa gorengan dan minum air kelapa muda yang dinikmati langsung dengan buah kelapanya.

Saran untuk yang mau rafting di Sungai Progo Atas


1. Bawa perlengkapan pribadi
- Celana pendek atau panjang dan kaos yang mudah kering, jangan jean.
- Pakai sandal gunung, agar kamu bisa bebas bergerak saat mengarungi jeram.
2. Jangan bawa kamera atau handphone meskipun ditarudh diplastik, bersiko!
lebih baik bawa camera action, gopro atau semacamnya yang udah waterproof.
3. Pastikan sudah sarapan, dan keadaan badan sehat.
4. Yang punya ketergantungan pakai kacamata, kamu bisa pakai kacamata renang minus, atau kalau tidak tim progo rafting sudah menyediakan tali untuk mengikat kedua ujaung kacamata agar bisa tetap menyatu dengan leher jika lepas.
5. Ikutin panduan pendamping kapal dan saran-saran saat breafing sebelum berangkat
6. Pastikan helm dan pelampung terpakai dengan benar.
7. Berdoalah agar alam bersahat dengan kamu! ;)




Video Berarung Jeram di Sungai Progo Atas



Buat kamu yang tertarik dengan Olahrga ini, bisa mendatangi tim Progo Rafting yang pendamping kapalnya sudah berlisensi, masuk melalui Hotel Puri Asri yang teletak di sebelah selatan Taman Kiyai Langgeng, tepatnya di Jl. Cempaka No. 9, Kemirirejo, Magelang Tengah, Jawa Tengah 56122. Setidaknya membawa teman 4-5 orang untuk dapat memulai rafting ini, karena tiap keberangkatannya cukup 1 kapal penuh. Tiap peserta dikenakan biaya 175rb di hari normal dengan fasilitas perlengkapan arung jeram (helm dan pelampung) dan juga asuransi. Kamu juga bisa mandi bilas di kamar mandi dan toilet yang sudah disediakan disana. Dan buat yang membawa barang bawaan, jangan kawatir karena sudah disediakan loker sebagai tempat penyimpanan selama melakukan arung jeram. /riev

Senin, 28 Desember 2015

Camping di Pantai "Sunset" Ngitun Wonosari Gunung Kidul #Liburan

Pada umumnya kegiatan camping atau kemah saat persami waktu jaman sekolah dulu dilakukan di sekolah, di bukit atau dilapangan luas. Selain itu juga camping juga identik dengan pendaki gunung, dimana mereka mendirikan sebuah tenda di tanah sebagai tempat istriahat setelah melakukan kegiatan. Namun saat ini kegiatan camping ini juga diminati oleh para traveler terutama para backpaker saat melakukan perjalan ke suatu destinasi wisata.


Beberapa alasannya adalah berkaitan dengan dana yang dikeluarkan, dengan bermodal tenda dome tentu akan menghemat anggaran akomodasi. Selain itu dengan model camping bisa menjadi pilihan seorang traveler dalam menikmati perjalanan.


Begitu pula dengan salah satu perkumpulan Operator Komputer Sekolah dari kabupaten Magelang, Mereka memanfaatkan waktu liburan sekolah ini dengan melakukan perjalan menuju sebuah destinasi wisata berupa pantai yang ada di salah satu ujung selatan Jogja tepatnya di Pantai Ngitun, Wonosari, Gunung Kidul. Ada banyak sekali pilihan pantai sebenarnya yang bisa menjadi destinasi, Pantai Ngitun menjadi pilihan karena tempatnya masih sepi oleh para wisatawan lokal. Selain itu akses menuju lokasi pantai ini membutuhkan perjuangan yang lumayan, karena selain jauh juga melewati jalan berbatu tajam skitar 1km dari jalan aspal. 


Pantai Ngitun ini memiliki TPR sendiri yang terletak di tengah Desa. Berbeda dengan Pantai di wonosari lainnya yang TPRnya digabung dengan beberapa pantai didalamnya. Masuk ke area Pantai ini memerlukan uang Rp 5000 per sepeda motor dan parkir Rp 10.000 untuk menginap 1 malam. Ada biaya lain untuk camping disini yaitu biaya mendirikan tenda dome sebesar Rp 5000. Jadi stidaknya buat kamu yang berminat untuk camping di Pantai Ngitun perlu mempersiapkan uang Rp 20.000.


Meski jalan berbatu tajam, namun buat kamu yang datang rombongan membawa mobil juga bisa melewati jalan ini, dengan catatan mobil standart tanpa body ceper. Fasilitas yang ada di Pantai Ngitun ini sangatlah cukup untuk memenuhi kebutuhan, seperti tolilet, kamar mandi, mushola yang terletak di atas bukit, kamu perlu menyiapkan tenaga ekstra untuk sampai ke mushola ini. Namun kamu juga bisa memanfaatkan matras sebagai alat untuk sholat a.k.a sajadah kalau tidak mau naek ke bukit, kamu bisa berwudhu di salah satu kamar mandi yang terletak di atas pantai.

Letak Pantai ini cukup menarik, walaupun di pantai selatan, namun kamu bisa melihat sunset yang sangat indah di ujung laut. Karena kebetulan pantai ini agak masuk kedarat dan letak laut berada di barat pantai. Seru kan!?

Sayangnya masih sama dengan pantai-pantai yang berada di Wonosari lainnya, dimana Kamu yang kekinian, harus berpuasa selama berada dikawasan pantai, karena sinyal dari sebagain provider di Indonesia sangatlah sulit didapatkan disini. Kalaupun memang sangat kebelet buat update status, kamu musti berjuang naik keatas bukit untuk medapatkan beberapa bar sinyal disana. Kabar baiknya buat kamu pengguna Telk*ms*l diarea tertentu dapat menemukan sinyal meskipun hanya edge, kamu maish bisa melakukan aktivitas kekinian. Kalau memang hendak ke pantai Sunset ini sebaiknya membawa bekal kartu t-sel dari rumah ya, jangan berharap disana ada yang menjual perdananya. :D

Untuk mendirikan tenda Dome sebenernya bisa dilakukan persis di pasir pantai ngitun ini, cuman sayangnya kalau malam, air pasang yang tidak diinginkan bisa saja mengganggu istirahatmu. Oleh karena ini lebih baik mendirikannya di undakan kedua setelah pasir pantai yang beralaskan tanah tanpa pasir. Untuk bergiatan yang lain baru bisa dilakukan di pasir pantainya.

Di Pantai Ngitun ini kamu bisa membuat api unggun jika tidak hujan dengan mudah, karena penduduk setemapat sudah menyediakan tong dan kayu bakar dengan membayar kepada mereka.


Untuk makan, kamu bisa membeli nasi yang dijual oleh beberapa warung yang ada disana, pop mie, minum-minuman juga. Buat yang nggak mau ribet bisa beli. Namun buat yang tidak suka boros, ya bisa mebawa bekal makanan sendiri, terutama nasi putih, kemudian memasak sayur atau mie. 
Barang-barang yang dibawa untuk melakukan camping di pantai ngitun ini tidak beda jauh saat kamu sedang melakukan pendakian gunung, yang mungkin porsinya lebih sedikit. 

Untuk kegiatan yang bisa kamu lakukan disana tidak jauh beda juga dengan kegitan kamu di pantai pada umumnya, ciblonan, foto-foto, selfie, tidur2an, menikmati makanan di pantai, bakar2 ikan, lari2, maen bola, maen ombak, nyari harta karun dipasir :D, dan lainnya.

Buat kamu yang datang dari tempat yang jauh dan suka menjelajah pantai terutama di wonosari, alangkah baiknya alternatif camping ini menjadikan sesuatu tujuan selain menginap di penginapan yang ada di pantai Indrayanti, karena untuk medatangai banayak pantai butuh waktu bisa lebih satu hari 1 siang. Kamu bisa datang di sore hari kemduian menikmati sunset, setelah itu menginap semalam untuk istriahat melepas capeknya perjalanan, kemudian melanjutkan kebeberapa destinasi pantai muali hari kedua di pagi hari sampai sore, kalau memang belum puas, bisa dilanjut nginap 1 hari disana. Bawa bekal yang banyak ya. :D *awn


Video Camping di Pantai Ngitun Wonosari Gunung Kidul