Tampilkan postingan dengan label Relawan TIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relawan TIK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 November 2015

Pengalaman Menarik Menjadi Juri Lomba Inovasi Teknologi

Perkembangan teknologi sekarang ini sungguh sangat canggih jika dibandingkan dengan awal abad milenium, 15 tahun yang lalu. Ponsel yang pamor salah satunya adalah merk NOKIA yang memiliki keunikan sendiri. Bahkan saat ini kebanyakan orang memandang sebelah mata dengan ponsel jadul tersebut, bagaimana tidak, dengan fitur monochromenya sekarang sudah mulai sulit didapatkan dipasaran, jika adapun ponsel tersebut diciptakan oleh perusahaan baru dengan merk-merk baru pula dan harga yang fantastis murahnya bisa dibawah 100ribu dan itupun barang baru. Melihat Ponsel keluaran tahun 2015 ini sungguh sangat jauh sekali, dengan fitur touchscreen, layar lebar, OS Canggih Android, harganya pun sangat bervariasi tergantung dari spesifikasinya. Hal tersebut salah satu bukti perkembangan teknologi dari tahun ketahun semakin canggih berbanding lurus menyesuaikan dengan kebutuhan manusia. Kemudahan-mudahan mengakses informasi pun kian cepat bahkan realtime tanpa harus datang ke warung internet atau bahkan membeli koran. 

Perkembangan teknologi ini pun salah satu pengaruh dari pemikiran dan inovasi-inovasi para intelektual yang meihat peluang dan kebutuhan manuasia yang semakin komplek. Namun sayangnya hal tersebut didominasi oleh mereka yang berada di negeri maju. Kemudian bagaimana Kita sebagai masyarakat Indonesia ikut peran untuk memajukan masyarakat melalui inovasi dan penemuan teknologi yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya?


Pada Tanggal 26 November, Aku datang ke Lomba Inovasi teknologi di Temanggung untuk menjadi salah satu juri mewakili Relawan TIK Magelang. Saat itu merupakan ajang unjuk gigi dari 5 peserta yang terpilih masuk menjadi finalis lomba. Lomba ini bertemakan "Teknologi Informasi Tepat Guna untuk Masyarakat". Sungguh kehormatan bagi ku bisa duduk di salah satu kursi Juri disana. Bagaimana tidak, ini pengalaman pertama menjadi juri dalam acara yang diadakan oleh instansi pemerintahan, kebetulan yang mengadakan event ini adalah Dinas Dishubkominfo Temanggung. 

Acara ini dimulai sekitar pukul 9.30 WIB, namun lebih awal para peserta sudah terlihat stand by di area acara. Peserta yang masuk dalam 5 besar ini terdiri dari background yang beda, umur yang jauh beda juga, karena memang Lomba ini untuk kalangan Umum, Pelajar dan Mahasiswa. Setiap Peserta mendapatkan waktu untuk unjuk gigi selama 30 menit, untuk perkenalan, presentasi hasil karyanya, komentar juri dan tanya jawab. Untuk presentasi panitia tengah menyediakan Monitor LCD besar 29" (kalau tidak salah), meja kursi dan juga mic untuk pengeras suara.

Hal yang menarik bagiku adalah ketika memberikan komentar serta saran kepada peserta yang telah selesai mempresentasikan karya mereka. Disini wawasan serta profesionalitas ku sebagai seorang Sarjana Teknik Informatika berasa sedang diuji. Aku telah menyelesaikan Pendidikan Sarjana sudah di tahun 2011, sempat bekerja di proyek EKTP 2012, dan setelah itu aktif menjadi seorang pengais rezeki Online. Selain itu Aku sendiri masih suka mengikuti workshop ataupun seminar seminar terkait dengan Teknologi Infomasi di Kota Pelajar sana. Alhamdulillah dengan wawasan dan pengalaman itu aku bisa mengikuti dan sharing melalaui ajang lomba inovasi teknologi ini. 

Karya peserta Lomba ini bagus-bagus, Aku kasih jempol buat mereka semua. Di Negeri yang serba konsumtif ini Mereka mau berkarya menciptakan teknologi baru untuk kemaslahatan umat. Mereka mengembangkan teknologi yang sudah ada menjadi lebih baik dan tepat guna. Seperti halnya mas Dwi yang membuat Sistem keamanan Kendaraan berbasis mobile ini memanfaatkan ponsel jadul sehingga menjadi produk yang berguna untuk masyarakat yang memiliki kendaran pada khususnya untuk bisa lebih berhati-hati dengan kendaraannya. 

Kemudian 4 peserta lain yang menghadirkan inovasi teknologi berupa aplikasi dengan mengembangkan yang sudah ada. Seperti Website Perpustakaan yang dibawakan oleh saudara Adit merupakan pemanfaatan pemrograman web dengan wordpress. Yang perlu diketahui juga bahwa peserta ini paling muda diantara yang lain, mereka (Adit dan Temannya) masih duduk disalah satu SMA di Temanggung. Aku rasa ini merupakan awal perjalanan mereka untuk terus berkarya berinovasi di dunia teknologi informasi.


Begitu juga dengan Aplikasi Order UMKM berbasis Web-nya Mas Ariful ini juga memanfaatkan teknologi yang sudah ada yaitu pemrograman web menjadi aplikasi yang bisa berguna untuk masyarakat yang memiliki UMKM dalam melakukan proses order sampai pelaporannya.

Agak berbeda dengan Mas Wahyu dengan SMS Gateway, meski memanfaatkan pemrograman web, disitu juga melibatkan sistem berbasis mobile yang mampu memadukan menjadi aplikasi yang bermanfaat untuk broadcast informasi mengenai pasar. 

Dan yang terakhir Aplikasi untuk menunjang administrasi pemerintahan Desa karya dari Pak Gatot ini mampu menarik dewan juri untuk memberikan komentar dan saran. Aplikasi berbasis Desktop yang memudahkan pegawai saat melayani masyarakat yang terkait dengan pembuatan surat-surat keterangan ini ternyata sudah diterapkan disalah satu desa yang menjadi pelopor teknologi otomasisasi.


Aku sendiri sangat mengaprisiasi pemerintahan temanggung menjadi salah satu pelopor inovasi teknologi informasi, sehingga dapat memacu kabupaten-kabupaten yang laen untuk membuat acara serupa. Selain merangsang pemikiran masyarakat untuk berinovasi, ini menjadikan sebuah ajang pembuktian kalau Indonesia mampu dan siap bersaing didunia teknologi. *awn

Kamu juga bisa membaca Berita ini di Portal Relawan TIK Magelang di > sini <

Rabu, 25 November 2015

Workshop Sosial Media dan Pembuatan Blog di Perpustakaan Kota Magelang

Dunia Maya saat ini sudah tidak asing lagi bagi hampir semua orang Indonesia. Melihat perkembangan jumlah kepemilikan akun sosial media semakin tahun semakin banyak, bisa dikatakan belum buka sosial media itu serasa kurang setiap harinya. Penetrasi kepemilikan blog pun turut berkembang dengan pesat, meskipun eksistensinya hampir saja hilang dengan adanya sosial media. Bebagai kebutuhan dari berbagai kalangan pula mampu membuat sosial media dan blog kian eksis sampai sekarang.

Namun dengan informasi yang sangat mudah didapat secara online, masih banyak juga yang belum familiar menggunakan beberapa layanan online seperti twitter dan pemanfaatan blog secara baik. Bukan berarti hal ini membuat para generasi 21 ini menghindari hal tersebut, karena biar bagaimanapun kita harus mengikuti perkembangan jaman. Contohnya saja dikalangan instansi pemerintahan, saat ini penggunaan sosial media khususnya twitter mulai digunakan oleh para pejabat tinggi untuk berbagi informasi secara realtime dari sudut daerah manapun. Begitu pula dengan netizen dan pegawai pemerintahan lainnya juga mau tidak mau mengikuti trend ini.

Pada tanggal 17 dan 21 November 2012 Perpustakaan Kota Magelang yang berperan sebagai penggerak utama menuju masyarakat yang mempunyai kesadaran membaca dan menulis mengadakan sebuah workshop Sosial Media (twitter) dan workshop pembuatan blog. Acara ini dilaksanakan di ruang rapat di Kantor Perpustakaan,Arsip dan Dokumentasi Kota Magelang oleh sebagian pegawai dan juga oleh masyarakat yang berniat untuk mengikuti. 

Workshop yang bekerjasama dengan Relawan TIK Magelang ini dibagi menjadi 2 sesi di hari yang berbeda, Selasa 17 November untuk workshop Sosial Media. Sosial Media yang digunakan adalah twitter. Disana dijelaskan dan juga di pandu satu persatu oleh anggota relawan TIK yang kebetulan hadir adalah Arif Wahyu, Andry Budi Prasetyo, Denden Saifudin, Achmad Muttohar dan juga Dede tim dari QWords. Kegiatan yang dilakukan adalah mulai dari manfaat sosial media khususnya twitter dalam berbagi informasi, langkah mendaftar dan juga penjelasan mengenai bagaimana menggunakan serta memaksimlakannya.



Workshop sesi kedua tentang pembuatan blog dilaksanakan pada hari Sabtu 21 November yang berlangsung dari pukul 10.00 pagi sampai 13.00 siang. Pada sesi ini pesertanya dari masyarakat umum yang berjumlah skitar 10an orang. Anggota Relawan TIK Magelang banyak yang bisa hadir, antara lain: Arif Wahyu, Andry Budi Prasetyo, Denden Saifudin, Agus Mulyadi, Muhlisin, Yudha Karyadi, Rizki Amalia, Dede dari QWords dan juga Irman Iriadi dari combine. Konsep workshopnya sama seperti workshop twitter sebelumnya, dimana ada yang menjelaskan dan anggota yang lain mendampingi satu-satu setiap peserta jika ada kesulitan mengikuti pemateri. 

Karena penggunaan blog menggunakan blogger sudah terlalu sering ada pelatihan serupa, maka kali ini kami RTIK Magelang membawakan materi pembuatan blog menggunakan wordpress. Bukan lagi Wordpress.com yang host di servernya, tapi wordpress.org yang scriptnya diinstall di hosting pribadi. Untuk memfasilitasi peserta, QWords ikut peran dalam hal ini yaitu untuk memberikan free trial hosting selama 1 bulan dan menggunakan sub domainnya. 


Materi dari dari workshop ini dimulai dari instalasi wordpress di hosting masing-masing setelah melakukan pendaftaran, Pengenalan bagian-bagian dari dasboard dan tampilan depan wordpress. Praktek penggunaan wordpress itu sendiri untuk keperluan secara umum. Jadi materi yang disampaikan adalah materi basic blog menggunakan wordpress. *awn

Kalau kamu berminat untuk belajar mandiri mengenai twitter dan pembuatan blog wordpress, silahkan download materi dari Relawan TIK Magelang di > sini  dan sini <

Dan bila kamu penggiat Teknologi Informasi dan ingin berbagi dengan Masyarakat umum, silahkan gabung dengan Relawan TIK Magelang di > sini <